Minggu, 07 November 2010

Polemik Kepergian Gubernur SUMBAR Pasca Bencana

Tentunya berita ini sudah menyebar luas.dan menimbulkan pro dan kontra diantara para pejabat-pejabat negara kita . dari beberapa wacana yang saya baca banyak sekali yang menyayangkan kepergian gubernur sumbar ke jerman namun ada juga mereka yang mendukung kepergiannya ..
coba disimak aja nih wacana pro dan kontranya !!
Pro :
kader partai PKS yaitu Nasir beliau tidak menyalahkan dan memaklumi  kepergian gubernur sumbar ke jerman karena kunjungan ini bukanlah insiatif dari gubernur itu sendiri melainkan undangan yang harus dipenuhi guna meneruskan hubungan kerjasama yang baik antara SUMBAR dan JERMAN . asal kepergian beliau tidak mempengaruhi proses pengalokasian dana bantuan korban bencana itu bukan suatu masalah .

dukungan pun juga datang dari wagub SUMBAR yaitu Bpk.Muslim Kaslim ,beliau berkata "Persoalan izin presiden kita telah sampaikan lewat surat resmi pada tanggal 8 Oktober 2010 kepada Presiden melalui Mendagri dan biasanya pengalaman kami, izin keluar pada saat kita melakukan perjalanan itu sendiri," katanya melalui rilis Humas Pemprov. 


Muslim Kasim juga mengatakan kunjungan tersebut pada dasarnya untuk memajukan wilayah Sumatera Barat sendiri, dimana Gubernur akan mencari investasi guna membangun infrastruktur dan memperkenalkan produk unggulan Sumbar yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Untuk itu kita mendukung keberangkatan Gubernur karena melihat urgensinya, tidak ada salahnya, toh! Tanggung jawab gubernur itu telah dipercayakan kepada saya selaku wakil gubernur. Hanya Irwan Prayitno yang pergi, akan tetapi jabatan gubernur tetap ada di sini, dan semua itu telah diatur oleh undang-undang, "ungkapnya.



Kontra :

kali ini datangnya dari anggota DPR Fraksi PKS Nasir Djamil justru menyayangkan sikap pemerintah Jerman yang mengharuskan Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno untuk berangkat ke Jerman dalam situasi Sumbar yang tengah menghadapi musibah gempa tsunami.

"Disesalkan kenapa [pemerintah Jerman] mensyaratkan harus Gubernur yang hadir padahal sudah diberi tahu sedang ada musibah di Sumatra Barat," katanya dihubungi Bisnis, kemarin.


dan selanjutnya giliran kader Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdalla yang menyayangkan sikap Gubernur yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera itu.


"Tindakan itu kurang pas dilakukan pejabat, meskipun dia keluar dizinkan oleh SBY. Namun tetap saja kurang etis," ujar Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Partai Demokrat ini dalam diskusi Politisasi Bencana Hotel Peninsula Slipi Jakarta Barat (Jumat, 5/11).



Lanjut Ulil, sosok pemimpin di satu daerah sangat dibutuhkan pada saat daerahnya terjadi bencana. Karena sosok pemimpin sangat mempengaruhi psikologis warga yang terkena bencana. 



"Jadi alangkah baiknya para pejabat atau pemimpin daerah menahan diri untuk tidak pergi ke luar negeri," demikian mantan Koordinator Jaringan Islam Liberal ini menyarankan.



bahkan  Sekretaris Fraksi PAN Teguh Juwarno di gedung DPD, Jakarta, Rabu (3/11/2010) mengatakan 



"Dalam situasi masyarakat seperti ini, seharusnya mencontoh apa yang dilakukan Presiden Cile Sebastian Pinera. Jangan kemudian ada persoalan, pemimpin hilang."

itulah sedikit penggalan wacana polemik pro dan kontra tentang kepergian gubernur SUMBAR ke jerman saat rakyatnya tertimpa bencana . tentunya bagi kawan" yg baca tulisan ini punya penilaian tersendiri .
tapi kalo saya pribadi tidak setuju akan hal ini,hal seperti ini tentunya nnti akan menimbulkan penilaian tersendiri bagi rakyat sumbar,dalam kondisi seperti ini yang mereka butuhkan pastinya adalah perhatian,bantuan,bimbingan moral serta sunntikan semangat agar mereka tidak tambah terpuruk bukannya promosi daerah mereka agar bisa membangun infrastruktur dan memperkenalkan produk unggulan daerah mereka dan tentunya itu semua adalah tugasnya seorang pemimpin. semoga untuk kedepannya mereka yang berkedudukan lebih bisa mengambil keputusan yg lebih bijak lagi untuk rakyatnya .
yah kita doakan saja ...
HIDUP INDONESIAKU !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar