Jumat, 13 Juli 2012

SURVEI MINAT BERORGANISASI DI KALANGAN MAHASISWA


SURVEI MINAT BERORGANISASI DI KALANGAN MAHASISWA
Mariatul Qibtiah, Muhammad Rosyid Ridlo, Nur Mawardi Juli Kemis, R Andhika Novian P N
Jurusan Sistem Komputer, Universitas Gunadarma, Depok


ABSTRAK


Fenomena mahalnya biaya pendidikan, menuntut mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Sehingga segala energi dikerahkan untuk membawa gelar sarjana/diploma sesegera mungkin. Tak jarang trend ‘study oriented’ mewabah di kalangan mahasiswa.
Dunia kerja yang akan digeluti oleh alumnus perguruan tinggi tidak bisa diarungi dengan hanya mengandalkan ilmu dari perkuliahan dan indeks prestasi yang tinggi. Ada elemen yang lebih penting, yakni kemampuan softskill. Kemampuan ini terkait dengan kemampuan berkomunikasi dan bahasa, bekerja dalam satu team, serta kemampuan memimpin dan dipimpin. Untuk mendapatkan keahlian-keahlian tersebut, mahasiswa harus mempunyai minat terhadap organisasi serta aktif di dalamnya. Organisasi merupakan sebuah wadah bagi sekelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama. Di dalam organisasi, seseorang dapat mengembangkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi, bekerja sama dan mengambil keputusan melalui sebuah pemecahan masalah untuk mencapai tujuan bersama.
Dari survei yang dilakukan, ternyata masih banyak mahasiswa yang kurang menyadari pentingnya organisasi dan softskill untuk diri mereka, bisa dilihat dari lebih banyaknya responden yang tidak mengikuti organisasi dibanding yang mengikuti organisasi. Selain itu juga, dari data tabel 4 bisa kita lihat, tenyata masih banyak juga yang bepikir bahwa organisasi dapat memperlama masa kuliah mereka dan mengganggu kuliah mereka.
Kata kunci: organisasi, softskill, mahasiswa, komunikasi.


PENDAHULUAN

Latar Belakang

Organisasi dapat dirumuskan sebagai suatu kerjasama berdasarkan suatu pembagian kerja yang tetap. Hidup berkelompok pada umumnya membutuhkan suatu perkumpulan atau organisasi. Didalam UUD'45 pasal 28, berorganisasi disebutkan dengan istilah berserikat, sedangkan apabila kerjasamanya tidak permanent disebut berkumpul. (http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080608173148AA0QXhD)

Kurangnya minat mahasiswa dalam organisasi adalah kurangnya pemahaman akan fungsi dan manfaat positif dan bentuk organisasi itu sendiri. Yang mereka lihat hanyalah organisasi-organisasi yang tidak sesuai dengan harapannya dan mereka takut akan tanggung jawab atau beban kerja yang akan ditanggungnya.
Setelah kita keluar dari bangku kuliah yang akan kita hadapi adalah masyarakat umum. Di lingkungan tempat kita tinggal pasti ada organisasi kepemudaan seperti karang taruna. Di sana kita bisa membantu dan menerapkan apa yang kita dapat setelah berorganisasi di kampus kita. Bahkan kemampuan softskill mempunyai peran penting dalam suatu organisasi. Kemampuan ini terkait bagaimana cara berkomunikasi dengan orang lain, berpikir kritis, bekerja sama dalam team work serta loyalitas ketika memimpin dan dipimpin. Untuk mendaptkan keahlian tersebut, mahasiswa perlu terlibat langsung dalam sebuah wadah organisasi serta aktif didalamnya.
Dengan demikian diharapkan peran aktif mahasiswa dalam organisasi baik di dalam kampus maupun diluar kampus lebih ditingkatkan lagi karena dapat mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi, bekerja sama dan mengambil keputusan melalui pemecahan masalah untuk mencapai tujuan bersama yang lebih lagi.

Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran seberapa besar pengetahuan, minat dan kendala-kendala mahasiswa dalam berorganisasi, dan juga pandangan dosen tentang organisasi yang ada di kampus. Serta mendeskripsikan profil mahasiswa tentang alasan dan tujuan akan minat mereka terhadap organisasi di dalam kampus maupun diluar kampus.


Manfaat

Hasil survei ini dapat dimanfaatkan sebagai masukan kepada orang tua, para petinggi kampus agar lebih memperhatikan, mengayomi, menambah sarana dan prasarana demi menunjang minat berorganisasi mahasiswa di lingkungan kampus.


METODE PENELITIAN
 
  Penulis melakukan survei terhadap mahasiswa dan mahasiswi yang berada di lingkungan universitas gunadarma. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner. Data yang diperoleh diolah menggunakan tabel dan presentase.  Penulis menyebarkan kuisioner kepada 100 reponden yang diantaranya 50 responden merupakan mahasiswa dan 50 responden merupakan mahasiswi.
Analisa yang dilakukan penulis, yaitu dengan cara membandingkan data berdasarkan jenis kelamin dan status organisasi dari kuisioner yang penulis bagikan dan diisi oleh mahasiswa dan mahasiswi di lingkungan universitas gunadarma.
Kuisioner yang penulis buat dibagi dalam tiga sub pertanyaan, yaitu pengetahuan tentang organisasi, minat terhadap organisasi, dan kendala dalam mengikuti organisasi. Selain itu, penulis juga menyertakan pertanyaan untuk mengetahui profil responden, apakah aktif berorganisasi atau tidak. Untuk butir pertanyaan tentang kendala dalam mengikuti organisasi, penulis membaginya bukan berdasarkan jenis kelamin dan status responden dalam organisasi lagi, melainkan penulis bagi berdasarkan macam-macam kendala yang dihadapi responden.


HASIL DAN PEMBAHASAN

Kuisioner disebarkan kepada 100 orang mahasiswa dan mahasiswi secara purposive dan memberikan hasil valid. Tabel 1 memuat profil responden berdasarkan jenis kelamin dan status responden. Status responden dibagi menjadi mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti organisasi maupun yang tidak mengikuti organisasi. 
Tabel 1. Profil Responden

Jenis Kelamin
Status
Pria
Wanita
Mahasiswa yang ikut organisasi
Mahasiswa yang tidak ikut organisasi
Mahasiswi yang ikut organisasi
Mahasiswi yang tidak ikut organisasi
Jumlah
50%
50%
22%
28%
15%
35%
Sumber : Data diolah 2011

Dari 100 responden, 50% merupakan responden pria atau mahasiswa dan 50% responden wanita atau mahasiswi. Dari kategori status, 22% merupakan mahasiswa yang ikut organisasi, 28% mahasiswa yang tidak ikut organsisasi, 15% mahasiswi yang ikut organisasi dan 35% mahasiswi yang tidak ikut organisasi.
Terhadap yang terkumpul dilakukan perhitungan prosentase. Angka prosentase dikalkulasikan atas jumlah kuisioner. Tabel 2 menyajikan tentang prosentase tingkat pengetahuan organisasi dikalangan mahasiswa.


Tabel 2. Pengetahuan Organisasi dikalangan mahasiswa

Status

Pernyataan
Mahasiswa yang ikut organisasi
Mahasiswa yang tidak ikut organisasi
Mahasiswi yang ikut organisasi
Mahasiswi yang tidak ikut organisasi
Pengetahuan Organisasi
76,26%
70,83%
72,41%
67,70%
Sumber: Data diolah 2011

Berdasarkan Tabel 2, prosentase tentang  mahasiswa yang ikut organisasi  yaitu 76,26%, mahasiswa yang tidak ikut organisasi 70,83%, mahasiswi yang ikut organisasi 72,41% dan mahasiswi yang tidak ikut organisasi 67,70% . Dari hasil prosentase Tabel 2 terlihat bahwa pengetahuan organisasi untuk mahasiswa atau mahasiswi yang ikut organisasi lebih baik dibandingkan mahasiswa atau mahasiswi yang tidak ikut berorganisasi.
Tabel 3 menerangkan tentang prosentase minat mahasiswa atau mahasiswi terhadap organisasi, dibagi berdasarkan status responden yaitu jenis kelamin dan ikut tidaknya dalam organisasi. Dengan banyak responden 50 mahasiswa dan 50 mahasiswi.

Tabel 3. Prosentase Minat Organisasi

Status

Pernyataan
Mahasiswa yang ikut organisasi
Mahasiswa yang tidak ikut organisasi
Mahasiswi yang ikut organisasi
Mahasiswi yang tidak ikut organisasi
Minat Organisasi
65,10%
56,63%
63,57%
58,16%
Sumber: Data diolah 2011

Berdasarkan tabel 3, responden mahasiswa yang ikut organisasi memiliki prosentase 65,10% untuk minat terhadap organisasi, dan responden mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi mempunyai prosentase 56,63%. Sedangkan mahasiswi yang mengikuti organisasi mempunyai prosentase minat organisasi 63,57% dan mahasiswi yang tidak mengikuti organisasi mempunyai prosentase minat 58,16%.  Bisa dilihat dalam hasil survei pada tabel 3 ini, angka prosentase minat terhadap organisasi cukup baik karena diatas 50%.
Tabel 4 menerangkan prosentase kendala mahasiswa dalam minat berorganisasi, dalam tabel ini penulis membagi berdasarkan macam-macam kendala dan tidak lagi berdasarkan jenis kelamin dan status organisasi, data dari 100 responden penulis kalkulasikan dan dari data tersebut akan terlihat seberapa besar dan apa kendala yang mempengaruhi minat organisasi para mahasiswa.


Tabel 4. Prosentase dari macam-macam kendala yang mempengaruhi minat organisasi di kalangan mahasiswa.
Macam-macam Kendala
Prosentase
Organisasi yang ada didalam kampus kurang diperhatikan.
14%
Larangan orang tua untuk berorganisasi.
7%
Mutu organisasi yang kurang.
39%
Tugas kuliah yang banyak membuat tidak punya waktu untuk organisasi.
25%
Organisasi dapat memperlama waktu kuliah.
15%
Sumber: Data diolah 2011

Dari data tabel 4 diatas, bisa dilihat prosentase dari beberapa kendala yang dialami mahasiswa dan mahasiswi yang membatasi minat mereka dalam berorganisasi. Sekitar 14% responden menyatakan bahwa organisasi yang ada didalam kampus mereka kurang diperhatikan, 7% dari responden larangan dari orang tua mereka mempengaruhi minat mereka terhadap organisasi, 39% dari responden mengatakan bahwa mutu organisasi di kampus mereka kurang. 25% responden menyatakan bahwa tugas kuliah mereka yang banyak mempengaruhi mereka untuk tidak berorganisasi. Dan 15% responden lainnya menyatakan bahwa orang yang berorganisasi membutuhkan waktu kuliah yang lama karena kuliahnya terbengkalai.


KESIMPULAN

Penulis berkesimpulan bahwa masih banyak mahasiswa yang kurang menyadari pentingnya organisasi untuk melatih kemampuan softskill mereka. Minat mahasiswa terhadap organisasi sudah baik tetapi kurang direalisasikan dengan aktif  dalam organisasi, bisa dilihat dari tabel 1 yang hasilnya lebih banyak responden atau mahasiswa dan mahasiswi yang tidak berorganisasi dibanding yang berorganisasi. Dan juga masih banyak mindset negatif tentang organisasi. Masih banyak mahasiswa atau mahasiswi yang beranggapan bahwa organisasi akan mengganggu kuliah dan membuat masa kuliah lebih lama dibanding dengan orang yang tidak berorganisasi. Tetapi lebih banyak lagi mahasiswa yang tidak mau berorganisasi karena menurut mereka mutu organisasi yang ada di kampus mereka kurang.
Bisa dilihat dari tabel 4 yang meunjukkan paling banyak responden yaitu sekitar 39% mengeluhkan mutu organisasi yang kurang. Dari 39% responden tersebut, 27% nya menyatakan ternjadi penyimpangan dalam badan organisasi. 17% diantaranya karena organisasi yang mereka anggap baik telah menyimpang dari hakikat organisasi yang sebenarnya, organisasi hanya sebagai alat bagi orang yang berkepentingan saja. Dan 10% lainnya menganggap organisasi hanya sebagai ajang pamer senior kepada juniornya.




DAFTAR PUSTAKA


1.      http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080608173148AA0QXhD
2.      Bardosono, Saptawati. 2009. Kuisioner. Universitas Indonesia. http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/0ec98da84423e1e89de602327bbe8f85d78acd98.pdf

5 komentar:

  1. boleh minta data asli atau format asli hasil surveinya mas? mau minta buat skripsi.. hehe

    mohon konfirmasinya ke tutitrilili@gmail.com

    BalasHapus
  2. boleh minta file aslinya juga ngak, mohon bantuannya untuk skripsi :)

    BalasHapus
  3. Boleh minta file aslinya??? Mohon konfirmasi via WA: 081354821004 a.n Arif. Terimakasih

    BalasHapus
  4. maaf, apa boleh minta file aslinya? jika berkenan mohon konfirmasi ke email : mun.perisya@gmail.com

    BalasHapus
  5. apa bisa minta file aslinya??
    Kirim by WA 082247118618

    BalasHapus