SURVEI MINAT BERORGANISASI DI KALANGAN MAHASISWA
Mariatul Qibtiah, Muhammad Rosyid Ridlo,
Nur Mawardi Juli Kemis, R Andhika Novian P N
Jurusan
Sistem Komputer, Universitas Gunadarma, Depok
ABSTRAK
Fenomena mahalnya biaya
pendidikan, menuntut mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Sehingga
segala energi dikerahkan untuk membawa gelar sarjana/diploma sesegera mungkin.
Tak jarang trend ‘study oriented’ mewabah di kalangan mahasiswa.
Dunia kerja yang akan digeluti
oleh alumnus perguruan tinggi tidak bisa diarungi dengan hanya mengandalkan
ilmu dari perkuliahan dan indeks prestasi yang tinggi. Ada elemen yang lebih
penting, yakni kemampuan softskill. Kemampuan ini terkait dengan kemampuan berkomunikasi
dan bahasa, bekerja dalam satu team, serta kemampuan memimpin dan dipimpin.
Untuk mendapatkan keahlian-keahlian tersebut, mahasiswa harus mempunyai minat
terhadap organisasi serta aktif di dalamnya. Organisasi merupakan sebuah wadah
bagi sekelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama. Di dalam organisasi,
seseorang dapat mengembangkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi, bekerja
sama dan mengambil keputusan melalui sebuah pemecahan masalah untuk mencapai
tujuan bersama.
Dari
survei yang dilakukan, ternyata masih banyak mahasiswa yang kurang menyadari
pentingnya organisasi dan softskill untuk diri mereka, bisa dilihat dari lebih
banyaknya responden yang tidak mengikuti organisasi dibanding yang mengikuti
organisasi. Selain itu juga, dari data tabel 4 bisa kita lihat, tenyata masih
banyak juga yang bepikir bahwa organisasi dapat memperlama masa kuliah mereka
dan mengganggu kuliah mereka.
Kata kunci: organisasi, softskill, mahasiswa,
komunikasi.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Organisasi
dapat dirumuskan sebagai suatu kerjasama berdasarkan suatu pembagian kerja yang
tetap. Hidup berkelompok pada umumnya membutuhkan suatu perkumpulan atau
organisasi. Didalam UUD'45 pasal 28, berorganisasi disebutkan dengan istilah
berserikat, sedangkan apabila kerjasamanya tidak permanent disebut berkumpul. (http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080608173148AA0QXhD)
Kurangnya
minat mahasiswa dalam organisasi adalah kurangnya pemahaman akan fungsi dan
manfaat positif dan bentuk organisasi itu sendiri. Yang mereka lihat hanyalah
organisasi-organisasi yang tidak sesuai dengan harapannya dan mereka takut akan
tanggung jawab atau beban kerja yang akan ditanggungnya.
Setelah
kita keluar dari bangku kuliah yang akan kita hadapi adalah masyarakat umum. Di
lingkungan tempat kita tinggal pasti ada organisasi kepemudaan seperti karang
taruna. Di sana kita bisa membantu dan menerapkan apa yang kita dapat setelah
berorganisasi di kampus kita. Bahkan kemampuan softskill
mempunyai peran penting dalam suatu organisasi. Kemampuan ini terkait bagaimana
cara berkomunikasi dengan orang lain, berpikir
kritis, bekerja sama
dalam team work serta
loyalitas ketika memimpin dan dipimpin. Untuk mendaptkan keahlian tersebut,
mahasiswa perlu terlibat langsung dalam sebuah wadah organisasi serta aktif
didalamnya.
Dengan demikian diharapkan peran aktif mahasiswa dalam
organisasi baik di dalam kampus maupun diluar kampus lebih ditingkatkan lagi
karena dapat mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi, bekerja sama dan
mengambil keputusan melalui pemecahan masalah untuk mencapai tujuan bersama
yang lebih lagi.
Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran seberapa besar
pengetahuan, minat dan kendala-kendala mahasiswa
dalam berorganisasi, dan juga pandangan dosen tentang organisasi yang ada
di kampus. Serta mendeskripsikan profil mahasiswa tentang alasan dan tujuan
akan minat mereka terhadap organisasi di dalam kampus maupun diluar kampus.
Manfaat
Hasil survei ini dapat dimanfaatkan sebagai masukan kepada orang
tua, para petinggi kampus agar lebih
memperhatikan, mengayomi, menambah sarana dan prasarana demi menunjang minat berorganisasi
mahasiswa di lingkungan kampus.
METODE PENELITIAN
Penulis melakukan survei terhadap mahasiswa dan
mahasiswi yang berada di lingkungan universitas gunadarma. Data dikumpulkan
menggunakan kuisioner. Data yang diperoleh diolah menggunakan tabel dan
presentase. Penulis menyebarkan
kuisioner kepada 100 reponden yang diantaranya 50 responden merupakan mahasiswa
dan 50 responden merupakan mahasiswi.
Analisa yang
dilakukan penulis, yaitu dengan cara membandingkan data berdasarkan jenis
kelamin dan status organisasi dari kuisioner yang penulis bagikan dan diisi
oleh mahasiswa dan mahasiswi di lingkungan universitas gunadarma.
Kuisioner yang
penulis buat dibagi dalam tiga sub pertanyaan, yaitu pengetahuan tentang
organisasi, minat terhadap organisasi, dan kendala dalam mengikuti organisasi.
Selain itu, penulis juga menyertakan pertanyaan untuk mengetahui profil
responden, apakah aktif berorganisasi atau tidak. Untuk butir pertanyaan
tentang kendala dalam mengikuti organisasi, penulis membaginya bukan
berdasarkan jenis kelamin dan status responden dalam organisasi lagi, melainkan
penulis bagi berdasarkan macam-macam kendala yang dihadapi responden.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Kuisioner
disebarkan kepada 100 orang mahasiswa dan mahasiswi secara purposive dan
memberikan hasil valid. Tabel 1 memuat profil responden berdasarkan jenis
kelamin dan status responden. Status responden dibagi menjadi mahasiswa dan
mahasiswi yang mengikuti organisasi maupun yang tidak mengikuti
organisasi.
Tabel 1.
Profil Responden
Jenis
Kelamin
|
Status
|
|||||
Pria
|
Wanita
|
Mahasiswa
yang ikut organisasi
|
Mahasiswa
yang tidak ikut organisasi
|
Mahasiswi
yang ikut organisasi
|
Mahasiswi
yang tidak ikut organisasi
|
|
Jumlah
|
50%
|
50%
|
22%
|
28%
|
15%
|
35%
|
Sumber : Data diolah 2011
Dari 100 responden, 50% merupakan responden pria atau
mahasiswa dan 50% responden wanita atau mahasiswi. Dari kategori status, 22%
merupakan mahasiswa yang ikut organisasi, 28% mahasiswa yang tidak ikut
organsisasi, 15% mahasiswi yang ikut organisasi dan 35% mahasiswi yang tidak
ikut organisasi.
Terhadap
yang terkumpul dilakukan perhitungan prosentase. Angka prosentase dikalkulasikan atas
jumlah kuisioner. Tabel 2 menyajikan tentang prosentase tingkat pengetahuan organisasi
dikalangan mahasiswa.
Tabel
2. Pengetahuan Organisasi dikalangan mahasiswa
Status
|
||||
Pernyataan
|
Mahasiswa
yang ikut organisasi
|
Mahasiswa
yang tidak ikut organisasi
|
Mahasiswi
yang ikut organisasi
|
Mahasiswi
yang tidak ikut organisasi
|
Pengetahuan
Organisasi
|
76,26%
|
70,83%
|
72,41%
|
67,70%
|
Sumber: Data diolah 2011
Berdasarkan
Tabel 2, prosentase tentang mahasiswa
yang ikut organisasi yaitu 76,26%,
mahasiswa yang tidak ikut organisasi 70,83%, mahasiswi yang ikut organisasi
72,41% dan mahasiswi yang tidak ikut organisasi 67,70% . Dari hasil prosentase
Tabel 2 terlihat bahwa pengetahuan organisasi untuk mahasiswa atau mahasiswi
yang ikut organisasi lebih baik dibandingkan mahasiswa atau mahasiswi yang tidak
ikut berorganisasi.
Tabel 3
menerangkan tentang prosentase minat mahasiswa atau mahasiswi terhadap
organisasi, dibagi berdasarkan status responden yaitu jenis kelamin dan ikut
tidaknya dalam organisasi. Dengan banyak responden 50 mahasiswa dan 50 mahasiswi.
Tabel 3. Prosentase Minat Organisasi
Status
|
||||
Pernyataan
|
Mahasiswa
yang ikut organisasi
|
Mahasiswa
yang tidak ikut organisasi
|
Mahasiswi
yang ikut organisasi
|
Mahasiswi
yang tidak ikut organisasi
|
Minat
Organisasi
|
65,10%
|
56,63%
|
63,57%
|
58,16%
|
Sumber: Data diolah 2011
Berdasarkan tabel 3, responden mahasiswa yang ikut
organisasi memiliki prosentase 65,10% untuk minat terhadap organisasi, dan
responden mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi mempunyai prosentase
56,63%. Sedangkan mahasiswi yang mengikuti organisasi mempunyai prosentase
minat organisasi 63,57% dan mahasiswi yang tidak mengikuti organisasi mempunyai
prosentase minat 58,16%. Bisa dilihat
dalam hasil survei pada tabel 3 ini, angka prosentase minat terhadap organisasi
cukup baik karena diatas 50%.
Tabel 4 menerangkan prosentase kendala mahasiswa dalam
minat berorganisasi, dalam tabel ini penulis membagi berdasarkan macam-macam
kendala dan tidak lagi berdasarkan jenis kelamin dan status organisasi, data
dari 100 responden penulis kalkulasikan dan dari data tersebut akan terlihat
seberapa besar dan apa kendala yang mempengaruhi minat organisasi para
mahasiswa.
Tabel 4. Prosentase dari macam-macam kendala yang
mempengaruhi minat organisasi di kalangan mahasiswa.
Macam-macam Kendala
|
Prosentase
|
Organisasi yang ada didalam kampus kurang diperhatikan.
|
14%
|
Larangan orang tua untuk berorganisasi.
|
7%
|
Mutu organisasi yang kurang.
|
39%
|
Tugas kuliah yang banyak membuat tidak punya waktu
untuk organisasi.
|
25%
|
Organisasi dapat memperlama waktu kuliah.
|
15%
|
Sumber: Data diolah 2011
Dari data tabel
4 diatas, bisa dilihat prosentase dari beberapa kendala yang dialami mahasiswa
dan mahasiswi yang membatasi minat mereka dalam berorganisasi. Sekitar 14%
responden menyatakan bahwa organisasi yang ada didalam kampus mereka kurang
diperhatikan, 7% dari responden larangan dari orang tua mereka mempengaruhi
minat mereka terhadap organisasi, 39% dari responden mengatakan bahwa mutu
organisasi di kampus mereka kurang. 25% responden menyatakan bahwa tugas kuliah
mereka yang banyak mempengaruhi mereka untuk tidak berorganisasi. Dan 15%
responden lainnya menyatakan bahwa orang yang berorganisasi membutuhkan waktu
kuliah yang lama karena kuliahnya terbengkalai.
KESIMPULAN
Penulis
berkesimpulan bahwa masih banyak mahasiswa yang kurang menyadari pentingnya
organisasi untuk melatih kemampuan softskill mereka. Minat mahasiswa terhadap
organisasi sudah baik tetapi kurang direalisasikan dengan aktif dalam organisasi, bisa dilihat dari tabel 1 yang hasilnya lebih
banyak responden atau mahasiswa dan
mahasiswi yang tidak berorganisasi dibanding yang berorganisasi. Dan juga masih
banyak mindset negatif tentang organisasi.
Masih banyak mahasiswa atau mahasiswi
yang beranggapan bahwa organisasi akan mengganggu kuliah dan membuat masa
kuliah lebih lama dibanding dengan orang yang tidak berorganisasi. Tetapi lebih
banyak lagi mahasiswa yang tidak mau berorganisasi karena menurut mereka mutu
organisasi yang ada di kampus mereka kurang.
Bisa dilihat
dari tabel 4 yang meunjukkan paling banyak responden yaitu sekitar 39%
mengeluhkan mutu organisasi yang kurang. Dari 39% responden tersebut, 27% nya
menyatakan ternjadi penyimpangan dalam badan organisasi. 17% diantaranya karena
organisasi yang mereka anggap baik telah menyimpang dari hakikat organisasi
yang sebenarnya, organisasi hanya sebagai alat bagi orang yang berkepentingan
saja. Dan 10% lainnya menganggap organisasi hanya sebagai ajang pamer senior
kepada juniornya.
DAFTAR
PUSTAKA
1. http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080608173148AA0QXhD
2.
Bardosono,
Saptawati. 2009. Kuisioner. Universitas Indonesia. http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/0ec98da84423e1e89de602327bbe8f85d78acd98.pdf
boleh minta data asli atau format asli hasil surveinya mas? mau minta buat skripsi.. hehe
BalasHapusmohon konfirmasinya ke tutitrilili@gmail.com
boleh minta file aslinya juga ngak, mohon bantuannya untuk skripsi :)
BalasHapusBoleh minta file aslinya??? Mohon konfirmasi via WA: 081354821004 a.n Arif. Terimakasih
BalasHapusmaaf, apa boleh minta file aslinya? jika berkenan mohon konfirmasi ke email : mun.perisya@gmail.com
BalasHapusapa bisa minta file aslinya??
BalasHapusKirim by WA 082247118618